Bagaimana berdoa untuk tim yang bekerja dalam Penerjemahan Alkitab Bahasa Isyarat

Bahasa isyarat adalah sepenuhnya visual. Mereka berkembang secara terpisah dari bahasa lisan lokal di wilayah yang sama. Ada lebih banyak kesamaan antar bahasa isyarat yang berbeda di dunia, daripada antar bahasa lisan yang berada dalam rumpun bahasa yang sama. Banyak orang yang dapat mendengar menganggap mudah bagi paraTunarungu untuk membaca dan memahami materi tertulis. Ini adalah asumsi yang tidak akurat, karena bahasa isyarat mereka tidaklah terkait dengan bahasa lisan, dan naskah tertulis secara langsung bergantung pada bunyi kata-kata. Tim Tunarungu menggunakan penggambaran melalui isyarat dan ekspresi dalam bahasa mereka untuk menafsirkan Kitab Suci. Karena alasan ini, bagian-bagian dalam Alkitab yang menceritakan sebuah kisah – seperti perumpamaan-perumpamaan Yesus – seringkali merupakan bagian Kitab Suci yang paling mudah bagi tim untuk mulai menerjemahkan.

Kepemilikan dan kepemimpinan Tunarungu Lokal dari proyek penerjemahan adalah prioritas utama. Terlalu sering di seluruh dunia mereka yang dapat mendengar akan mengambil alih kepemimpinan dan suatu lingkungan yang tidak sehat berkembang dalam komunitas Tunarungu. Inilah sebabnya mengapa kepemimpinan Tunarungu lokal menjadi sebuah ekspektasi bagi tim yang bekerja untuk menerjemahkan Kitab Suci.

Banyak pendeta Tunarungu menghabiskan sebagian besar atau seluruh waktu mereka untuk menafsirkan apa yang dikatakan Kitab Suci tertulis dalam bahasa nasional atau bahasa mayoritas. Setelah Kitab Suci diterjemahkan secara akurat, para pendeta perlu belajar lebih banyak tentang bagaimana menerapkannya dalam kehidupan mereka dan kehidupan orang-orang di gereja mereka.

  • Berdoalah untuk pelatihan bagi para pendeta Tunarungu, untuk cara-cara menggunakan Kitab Suci yang telah diterjemahkan dalam gereja-gereja mereka. Berdoalah agar Roh Kudus memberikan inspirasi dan kreativitas kepada tim untuk keterlibatan Kitab Suci.
  • Berdoalah bagi tim yang siap untuk memulai penerjemahan yang masih membutuhkan personel pendukung proyek tambahan sebelum mereka dapat memulai.
  • Berdoalah untuk hikmat bagi tim dan konsultan saat mereka berusaha menerjemahkan Kitab Suci secara akurat dan efisien.
  • Berdoalah agar pemeriksaan komunitas akan memberikan wawasan dan arahan serta cara-cara untuk meningkatkan kemajuan dalam penerjemahannya.
  • Berdoalah bagi para pemimpin Tunarungu lokal yang saleh untuk terus mengambil kepemimpinan dalam proyek dan membimbing mereka yang terlibat.
  • Berdoalah untuk koneksi internet yang baik untuk tim yang bekerja dari jarak jauh.
  • Berdoalah agar dana dan personel tersedia bagi komunitas Tunarungu yang berharap untuk segera memulai penerjemahan Alkitab bahasa isyarat.
  • Berdoalah untuk pengertian bagi orang-orang yang dapat mendengar saat mereka bekerja dengan tim penerjemah bahasa isyarat, agar mereka memiliki kepekaan yang tepat, hubungan yang baik dan saling menghormati dengan rekan Tunarungu mereka.

03/2022 global

2022 dan Visi bagi Aliansi

Stephen Coertze, Direktur Eksekutif Pada minggu-minggu awal tahun baru...

Read more