Mempercayai Tuhan di dunia yang penuh penderitaan dan ketidakpastian

Dari Wycliffe Australia’s Wycliffe Today ‘Allah dari yang tak terduga’

Oleh Susanna Baldwin

Saya selalu memiliki kecintaan terhadap kata-kata, komunikasi, dan bahasa. Untuk waktu yang lama, saya tidak memiliki visi untuk menggunakan karunia-karunia itu dalam konteks pelayanan. Tetapi sekitar 10 tahun yang lalu, saya mulai merasakan dorongan untuk meninggalkan karir sekuler saya dan terjun dalam semacam jenis pekerjaan kejuruan Kristen. Ketika saya memilah-milah seperti apa itu kelihatannya, saya segera melihat penerjemahan Alkitab sebagai hal yang cocok dengan minat dan keterampilan yang telah Allah berikan kepada saya.

Saat ini saya berada di Darwin dan sedang mengerjakan proyek penerjemahan Plain English Version (PEV) (Versi Bahasa Inggris Sederhana), bekerja sama dengan Australian Society for Indigenous Languages (Perkumpulan Masyarakat Australia Bagi Bahasa-bahasa Asli). Rencana awal saya adalah untuk melayani dengan SIL di Ethiopia, tetapi saya hanya bisa tinggal di Ethiopia selama sepuluh hari tahun lalu sebelum COVID-19 melanda dan Wycliffe mulai memanggil kembali staf luar negerinya. Sebagai orang yang sangat baru di lapangan, dan dengan ditutupnya kantor SIL dan sekolah bahasa, adalah suatu keputusan yang mudah (walaupun mengecewakan) untuk meninggalkan Ethiopia dan menunggu pandemi reda di lingkungan yang lebih akrab.

Saya menuju ke Inggris, di mana saya menemani ibu saya melalui beberapa pembatasan sosial dan terus mengerjakan sebuah proyek penulisan buku (yang sementara masih berlangsung). Buku itu didasarkan pada penelitian yang saya lakukan di sekolah Alkitab tentang tiga teman Ayub – ‘penghibur buruk’ yang terkenal itu. Di dalamnya, saya mengajukan pertanyaan: apa artinya menjadi seorang penghibur yang ‘baik’? Tujuan saya adalah untuk mengambil pelajaran dari Ayub dan teman-temannya guna membantu memperlengkapi orang Kristen sehari-hari untuk menjadi pelipur lara dalam penderitaan orang lain dengan belas kasih dan kejelasan alkitabiah.

Menjelang akhir tahun 2020, karena Ethiopia yang masih terlihat tidak pasti, saya mulai berbicara dengan Wycliffe tentang kemungkinan penugasan sementara di Australia. Mereka menyarankan PEV sebagai proyek yang dapat saya masukkan tanpa perlu studi bahasa sebelumnya atau orientasi budaya yang panjang. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan itu, dan benar-benar menikmati menjadi bagian dari tim di sini.

Ketika kita menyaksikan kehancuran yang ditimbulkan oleh COVID-19 di seluruh dunia, kita mungkin dapat bertanya-tanya apa yang Allah pikirkan dan lakukan di tengah begitu banyak penderitaan. Pandemi tentu saja mendorong saya untuk berpikir lebih konkrit tentang apa maksudnya bagi Allah untuk ‘memegang kendali’ akan dunia yang berada dalam kepedihan.

Saya suka bagaimana Alkitab begitu sering mengingatkan kita akan kebenaran sederhana bahwa Allah adalah Allah dan kita bukan. Ayub adalah buku yang bagus untuk ini! Dalam pasal 26 ayat 14, Ayub menceritakan kendali mutlak Allah atas aspek ciptaan yang sangat luas dan halus. Di akhir semua itu, dia berkata: ‘Sesungguhnya, semuanya itu hanya bagian luar dari ujung-ujung jalan-Nya; betapa lemahnya bisikan yang kita dengar mengenai Dia!’ Bagaimana mungkin kita tidak percaya dan bersandar pada Allah seperti itu?

Mohon doakan:

  • bagi tuntunan Allah untuk menghasilkan terjemahan yang setia pada kebenaran-Nya, sekaligus jelas dan dapat dipahami para pembacanya
  • Saya akan termotivasi dan diberi energi oleh Injil, lebih melampaui dari pada kecintaan saya untuk menganalisa ayat-ayat Alkitab dan bermain dengan kata-kata
  • untuk mengetahui masa depan saya – apakah pada akhirnya akan melayani di Etiopia atau melanjutkan pekerjaan dalam jangka lebih panjang di antara para penutur bahasa Asli Australia.

03/2022 global

2022 dan Visi bagi Aliansi

Stephen Coertze, Direktur Eksekutif Pada minggu-minggu awal tahun baru...

Baca selengkapnya