Mau menyerah, tetapi Allah

Julie adalah Oral Bible Storyteller (OBS) (Pencerita Lisan Alkitab) dan pelatih di Papua Nugini. Selain melayani di komunitas bahasanya sendiri, ia juga menjangkau komunitas-komunitas bahasa lain di negara itu untuk melakukan pelatihan OBS. Julie juga merupakan bagian dari tim proyek penerjemahan Maiwala sebagai penerjemah kembali, menerjemahkan naskah bahasa daerah ke dalam bahasa yang dimengerti oleh konsultan penerjemahan.

Julie berbicara tentang satu masa dalam hidupnya ketika dia hampir menyerah ketika adik perempuannya meninggal karena kanker serviks pada usia 32 tahun, meninggalkan tiga anak yang masih kecil dan suaminya. Saat itu adalah masa yang memilukan dan menantang baginya ketika dia melihat adik perempuannya berjuang melawan kanker. Dia mengingat banyak pertanyaan yang dia lontarkan kepada Allah. “Apa yang dapat saya lakukan? Mengapa ini terjadi? Saya sendirian! Dimanakah Engkau?”

Dia mencari solusi untuk pertanyaannya, tetapi Allah tampaknya diam meski pun dia telah berseru. Dari kegelapan yang dalam ini dia mengalami terang Allah yang luar biasa bersinar saat dia mulai membuka hatinya dan mengundang Tuhan untuk berjalan bersamanya dalam situasi ini. Dia berdoa, “Tuhan, peganglah tanganku dan bantulah aku berjalan bersamamu di masa yang sulit ini.” Dia sekarang bersaksi tentang kesetiaan Allah dan bagaimana oleh kasih karunia-Nya dia terus merawat anak-anak saudara perempuannya (Mazmur 57:10). Dia melihat kembali ke masa kepedihan yang luar biasa ini sebagai masa dari bersandar yang lebih lagi kepada Allah. Dia mau saja menyerah, tetapi melalui pengalaman itu dia tumbuh lebih kuat dan lebih tangguh dalam perjalanannya bersama Allah. Dia memuji dan berterima kasih kepada Allah karena mengizinkannya menjadi bagian dari tim dalam membawa Firman Allah kepada bangsanya.

Pada tanggal 23 Juni 2021, tim proyek penerjemahan Maiwala menyaksikan buku pertama mereka, Injil Markus, diluncurkan setelah bertahun-tahun perjuangan dan rintangan. Proyek Maiwala di Provinsi Milne Bay, Papua Nugini dimulai pada tahun 1999. Saat ini, komunitas Maiwala menghadapi banyak masalah dengan masalah keamanan lokal. Selama masa-masa ini, Firman Allah membawa pengharapan dan terang bagi mereka yang terlibat dengannya. Dengan air mata mengalir dari matanya, seorang wanita Maiwala mengungkapkan rasa syukurnya memiliki Injil Markus. “Saya menyimpan buku ini dekat hati saya dan berterima kasih kepada Allah atas proyek penerjemahan ini di komunitas saya.” Seorang pria Maiwala mengatakan bahwa sementara dia membaca, Injil Markus dalam bahasa Maiwala berbicara kepadanya dan membawa perubahan ke dalam banyak bidang kehidupannya.

Puji Tuhan untuk kemajuan berkelanjutan dalam penerjemahan Alkitab Maiwala.

03/2022 global

2022 dan Visi bagi Aliansi

Stephen Coertze, Direktur Eksekutif Pada minggu-minggu awal tahun baru...

Baca selengkapnya